Orang bilang: "Ikuti saja kata hatimu, maka kamu takkan pernah tersesat".
Tapi, apa mungkin kata hatimu menjebakmu dalam realita semu?
Apa yang harus ku lakukan?
Karena, secara realita; kata hatiku tak mampu mengingkari bahwa....
Kamu (masih/belum) tergantikan.
Karena, secara realita; Namamu masih sering menggema di kepalaku.
Walaupun tak pernah lagi kudengar namamu.
Aku sadar atas semua realita semu itu.
Realita semu yang mampu menerbangkan angan-anganku.
Realita semu yang akan menghantam kesadaranku bahwa....
Realita semu itu hanyalah ilusi kata hati yang tak pernah terwujud.
Karena secara realita,
Aku belum sanggup mengenyahkan semua mimpi-mimpiku.
Karena secara realita,
Hatiku belum mampu menerima bahwa..
Realita yang sesungguhnya, telah menghantam keyakinanku atas hati kecilku yang berbicara.
Jumat, 08 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 comments:
Posting Komentar