Pa, terima kasih banyak atas segalanya.
Segala kasih sayang yang tak terhingga
Papa yang selalu memanjakanku, dan membuatku berpikir tak
ada lelaki lain yang akan mampu memanjakanku seperti papa.
Takkan ada lelaki setangguh papa, yang rela menerjang petir
dan hujan demi anak-anaknya.
Takkan ada lelaki manapun yang se’bodyguard’ papa.
Terimakasih pa, yang setia menemaniku mendaftar di SMP
hingga UNIVERSITAS.
Terimakasih, ma.
Atas segala lantunan merdu dalam sujudmu yang sampai saat
ini berhasil mengantarkanku menuju cita-citaku.
Atas segala lantunan ocehanmu atas kenakalanku
Atas didikanmu agar aku menjadi ibu yang baik, kelak.
Pa, ma.. berat rasanya meninggalkan kalian.
Tapi, aku harus pergi demi cita-citaku, kuharap kalian tetap
menjadi sayapku.
Sayap yang mampu membawaku menembus batas langit.
Tuhan, hanya satu pintaku.
Panjangkanlah umur mereka hingga akhirnya mereka masih mampu
menimang darah dagingku, kelak.
Segala kebaikan itu, telah mengalir dalam darah putrimu
ini,pa.
Perlahan namun pasti, aku akan membuktikan bahwa aku mampu.
Mampu menerjang badai kehidupan demi cita-citaku.
Cita-citaku yang terlampaui mencapai langit, namun aku
yakin.
Aku mampu terbang menembus batas langit itu, karena aku
memiliki 2 sayap yang kokoh
Yaitu kalian, mama papa.
Terimakasih atas segala dukungan dan doa yang mengantarkanku
menuju kesuksesan.
Kelak, aku akan menopang beban adik-adikku nanti.


0 comments:
Posting Komentar